ku tinggalkan semua kenangan manis dan pahit ku di kota itu,, selamat tinggal bontang ku,,
selamat tinggal kota kelahiran ku,, aku sudah tidak bisa setiap waktu menghabiskan waktu
ku bersama mu,, inilah minggu penuh air mata,, bandara limpah ruah dengan orang tua yang
memberangkatkan anaknya,, ya mereka mengantarkan anak-anak mereka untuk menggapai
cita-cita mereka di luar sana,, segudang harapan dan doa mereka panjatkan untuk anak
mereka,, harapan mereka tidak muluk-muluk mereka berharap anak mereka akan mereka jemput
di bandara ini lagi membawa ijazah,, keberhasilan, kebahagiaan, kesehatan dan semua asa mereka,,
dibeberapa sudut bandara bontang yang kecil tampak pula pasangan-pasangan yang saling menggenggam
erat tangan pasangannya,, seolah-olah tidak ingin berpisah,, pelukan hangat,, air mata doa,,
jarang-jarang bandara bontang seramai ini,, yah suara panggilan yang paling tidak ditunggu-tunggu
muncul juga,, semakin ramai,, ya linangan air mata,, mungkin kalau ditampung bisa untuk nyiram
sawah 1 hektar,, hihihihi,, aku juga tidak luput dari curahan air mata,, lambaian tangan-tangan
penuh harap mengantarkan keberangkatan kami menuju keberhasilan kami,, tangan-tangan yang
sudah merawat kami,, tangan yang sudah mati-matian bekerja,, hanya untuk kami anak-anaknya,,
selamat tinggal fasilitas yang serba lengkap dan serba gratis,, dimana lagi kalo bukan di bontang
kita bisa dapatkan ini semua,, setuju?? mungkin ini salah satu yang buat berat banget ninggalin bontang,,
–>to be continued<–
